Students Blog

Students Blog adalah media jurnalisme warga (Citizen Journalism) bagi mahasiswa, alumni, dan dosen Institut Manajemen Telkom.

Dec 01
2011

6 Tips Nyusun Tugas Akhir Ala Salah Satu Dosen IM Telkom, Pak Ivan Diryana

Posted by: Pemimpin Redaksi in Blog

Tagged in: Mahasiswa

Pemimpin Redaksi

Mengutip salah satu pernyataan Pak Anies Baswedan, -Inisiator gerakan Pengajar Muda sekaligus Rektor sebuah universitas di Jakarta- pada sebuah kesempatan ketika berkunjung ke IM Telkom beberapa waktu yang lalu untuk memberikan kuliah umum, beliau mengatakan, 

" Skripsi yang bagus adalah skripsi yang selesai... "

Tugas akhir tak jarang menjadi "momok" bagi para mahasiswa. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya pun bervariasi ada yang sebentar 1-3 bulan, ada juga yang 1-2 tahun atau bahkan tidak selesai. Padahal, tugas akhir merupakan salah satu langkah penting yang pasti dilalui semua mahasiswa IM Telkom sebagai suatu syarat kelulusan.

Dan ternyata, salah satu dosen IM Telkom, Pak Ivandiryana mempunyai tipsnya sendiri. Melalui blog pribadinya di Ivandiryana.com, dosen yang dikenal akrab dengan para mahasiswa ini berbagi tips menyusun tugas akhir. Tips ini ditulis dengan ringan namun mengena. Dan sepertinya,tulisan ini berdasarkan "kacamata" pengalaman beliau saat masih menjadi mahasiswa.

Ini dia, seperti yang kami kutip dari blog pribadi beliau, yuk kita simak!

"Judulnya ga EYD nih….gpp lah namanya juga blog dosen ngasal.

Ok! Kali ini tips nyusun TA, gimana caranya supaya ga nemu banyak kesulitan waktu nyusun.

1. Judul

Ok judul…pengen skripsi tapi blom punya judul? Gampang. Biasanya mahasiswa S1 karena sifat TA yg bobotnya lebih banyak ke implementasi ke-ilmuan, jadi paling enak tuh berangkat dari objeknya, dan sebagian besar mahasiswa menentukan dulu objeknya baru cari model atau teorinya. Lupain yg orang-orang bilang harus berangkat dari teori, kita balikin cara bermainnya. Kenapa? Karena kalau si mahasiswa menyukai objek yg ingin dia teliti biasanya motivasi untuk menyusun skripsi jadi meningkat karena ada rasa penasaran.

Nah, kalau menurut teori, inovasi atau dalam kasus ini adalah judul penelitian, bisa muncul jika seseorang memiliki akumulasi knowledge yang cukup banyak (Nonaka & Takeuchi 1995). Jadi banyak-banyak baca jurnal, ga perlu banyak baca text book bahkan kadang sama sekali ga perlu baca text book. Masalahnya kalau kita ga tau mau mengkaji apa, otomatis jadi bingung mau baca apa. Nah, makanya tentuin dulu objeknya baru cari jurnalnya. Misal kamu seneng Android dan pengen neliti di area Android tapi blom tau persisnya dimana, gpp ini udah bagus yg perlu kamu lakuin selanjutnya adalah masuk ke Emerald karena IMT punya password Emerald, lalu search jurnal yang berhubungan dengan Android. Abis itu tinggal bacain deh jurnalnya, cari jurnal yang sifatnya model hubungan karena umumnya skripsi kamu bentuknya seperti itu. Kalau masih bingung juga cari judul, konsultasi sama dosen yang memang bidang keahliannya sesuai dengan minat kamu, saya selalu siap membantu yang sedang galau dengan judul penelitian. “Bapak keahliannya apa?”, saya juga ga tau, multi disiplin kali yah, dari mulai budidaya jamur, konsultasi percintaan, konsultasi gangguan kecemasan, database, organisasi & SDM, psikologi industri, kualitas jasa, kepuasan pelanggan, sistem informasi, sampai information technology hahaha!!

2. Pembimbing

Ini kunci suksesnya kamu, dosen pembimbing. Pilih dosen pembimbing yang senior, selain ilmunya semakin mateng (mangga kali mateng), kalau kamu bisa ngambil hatinya, nanti waktu sidang sangat mungkin pembimbing kamu bakal bantuin kamu kalau terdesak. Sangat mungkin kejadiannya seperti ini, pembimbing kamu udah senior banget dan waktu sidang yang nguji adalah juniornya, biasanya kalau posisinya begini si junior bakal segan ama si senior jadi kamu bisa berharap pertanyaannya bakal agak beradab dikit. Sebaliknya kalau pembimbing kamu adalah junior dan pengujinya itu adalah seniornya pembimbing kamu, maka si senior bakal dengan leluasa memainkan tugas akhir kamu kayak anak kecil dikasih maenan baru. Tapi ga selalu begitu, namun seringnya sih begitu. Kalau gitu gimana? Banyak berdoa aja deh.

Trus gimana ngambil hati si pembimbing? Gampang, rajin bimbingan dan tunjukin kemajuan tugas akhir kamu setiap kali bimbingan. Dosen lebih suka sama mahasiswa yang ga pintar tapi rajin dan berkeinginan keras untuk lulus daripada mahasiswa pintar tapi pemalesan dan sok pinter. Lebih parah lagi, udah ga pinter, jarang bimbingan, sok tau pula.

3. Buat Milestone

Bikin target pendek, targetan pendek lebih mudah diraih daripada targetan panjang, sehingga membuat kita terus semangat. Misal, daripada mentarget 3 bulan tugas akhir kamu harus selesai, lebih baik targetan pendek aja seperti 1 minggu untuk bab I. Setelah itu, 1 minggu untuk bab 2, dan bab 3. Bab 4 mungkin butuh waktu agak lama, kemudian bab 5. Dengan begitu kita akan lebih terfokus dengan menyelesaikan targetan pendek, dan feedbacknya pun cepat. Tapi jangan hanya bikin target aja, perlu komitmen yang kuat untuk memenuhi target tersebut.

4. Jangan berhenti

Ngetik skripsi itu nunggu mood…begitulah sebagian besar mahasiswa. Tapi sebenernya mood itu bisa kita paksakan, asal mau aja ngetik dulu satu paragraf, lama lama bisa satu halaman dan tau-tau bisa satu bab. Nah masalahnya banyak sekali sulit untuk memaksakan diri.

Ok lah nunggu mood ngetik muncul, tapi saat mood itu muncul jangan berhenti sampai target milestone di point 3 tercapai. Bukan berarti ga makan, ga mandi dsb. Jangan berenti untuk keperluan ga penting apalagi untuk hal yg menyenangkan seperti pacaran, jalan-jalan ke mall, dsb. Kalau berenti ditengah jalan, apalagi kamu orangnya yg nunggu mood dateng, pasti sangat sulit buat nerusin ngetik setelah kamu berenti tadi. Misal lagi mood ngetik tiba-tiba ditelpon pacar yg minta dianterin belanja sepatu trus nonton twilight, plus ancaman putus kalau kamu ga nurut….nah galau kan? Pasti milih pacar dong, kan proyek masa depan juga. Tapi liat hasilnya setelah bersenang-senang ama pacar, biasanya buat ngelanjutin apa yg kamu tinggalin tadi pasti butuh waktu lama.

5. Bimbingan…..bimbingan….bimbingan!!

Yup bimbingan, ini penting banget.

Kalau bisa tiap minggu dijadwal kapan bimbingan dan setiap bimbingan harus ada progres meskipun ga banyak. Ini akan membuat kita terpacu untuk selalu punya progres tiap minggunya dan juga menangkap feedback dari pembimbing dengan cepat. Kadang kita males dengan berbagai alasan kayak pembimbing yg susah dicari, atau pembimbingnya ga asik, dsb. Memang kadang justru hambatan terbesar malah datang dari pembimbing. Yah memang nasib jadi mahasiswa ya seperti itu, tapi toh kamu ga jadi mahasiswa seumur hidup kan? nanti juga kamu berubah jadi Sarjana, jadi ya tahan-tahan lah ego kamu, emosi kamu, dll. Hasil bimbingan sangat disarankan untuk diikuti, ini akan membuat dosen pembimbing semakin senang.

Pembimbing senang, insya Allah sidang aman…dengan catatan si pembimbing udah senior.

6. Banyak berdoa

Saat kita sudah mulai menyusun skripsi, itu artinya satu kaki kita udah lulus jadi sarjana, tinggal satu kaki lagi. Skripsi adalah satu titik dalam perjalanan kamu kuliah dimana satu titik itu menentukan nasib kuliah kamu sebelumnya selama 3-4 taun atau lebih. Selama bikin skripsi, pasti nemu banyak masalah baik dari dalam diri kamu sendiri, ataupun dari luar. Dan paling menyebalkan kalau masalahnya dari luar seperti dosen pembimbing yang susah ditemui, banyak maunya, ribet atau si pembimbing ditengah proses bimbingan eh malah nikah jadi hilang lah si pembimbing selama 2 minggu. Itu mending, dulu ada yg pembimbingnya kena stroke, nah nyaris stroke juga lah semua mahasiswa bimbingannya karena harus ganti pembimbing.

Nah makanya banyak berdoa supaya lancar skripsinya, manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Inget kalau kamu tinggal selangkah lagi jadi sarjana, jadi jangan nyerah, dikit lagi kok.  Nanti kalau kamu lulus, udah selesai semua, kamu ga perlu kuliah lagi, beban kamu udah lepas, tanggung jawab sama ortu udah selesai, dll. Jangan sampai SKS abis dalam 3 taun tapi bikin skripsinya malah 4 taun hanya karena dosen pembimbing susah dicari dan terusnya kamu nyerah jadi males nyusun skripsi.

Nah jadi sebenernya supaya skripsi kamu lancar, ga susah kan. Kamu cuma perlu mendorong diri kamu untuk fokus sama skripsi kamu, rajin bimbingan dan banyak berdoa.  Inget kalau ini adalah tahap terakhir sampai kamu dapat selembar kertas yang namanya ijazah, terus abis itu kamu bebas! Sebelum kerja, kamu punya banyak waktu untuk ngelakuin apa yg kamu suka, ngelakuin yang dulu tertunda karena skripsi.

Gw abis lulus S1, dengan bebasnya bisa maen Ragnarok online, hunting dari pagi ampe pagi, tidur trus bangun trus lanjut lagi hunting, gitu terus selama berbulan bulan, dan enaknya ga ada yg larang karena tugas utama gw yaitu sekolah, udah selesai."

Sumber : http://ivandiryana.com/2011/11/25/tips-nyusun-tugas-akhirskripsi/#more-82

Comments (1)Add Comment
Pitria Utami
...
written by Pitria Utami, December 04, 2011
Wahh bagus banget tips nya. Makasih pak Ivan, jadi pengen cepet lulus nih!smilies/grin.gif

Write comment
You must be logged in to post a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy