|
May 05
2011
|
Berorganisasi, Bikin Cerdas dan BergunaPosted by: Rendy M. Septian in Blog on May 5, 2011 Tagged in: Untagged
|
Artikel ini saya ambil dari HT Kasus by NenenTT
Berorganisasi, Bikin Cerdas dan Berguna
Saat anak memiliki kegiatan ekstrakulikuler (ekskul) di sekolah, terlibat dalam organisasi siswa atau berkegiatan di luar rumah, ini pertanda positif bagi pengembangan dirinya. Sebagai guru atau orangtua, tugasnya adalah memberikan dukungan.
|
Libatkan anak dalam berbagai festival, bukan kompetisi. Bebaskan mereka menampilkan dirinya dengan pendekatan heterogenitas, bukan homogen.
-- Arief Rachman-- |
Pakar Pendidikan, Prof Dr Arief Rachman MPd, menyarankan sebaiknya anak mulai dilibatkan dalam kegiatan kolektif sejak usia TK. Anak yang berorganisasi sejak kecil memiliki kepribadian lebih efektif dan efisien. Anak juga akan tumbuh menjadi pribadi cerdas dan berguna, bukan sekadar pintar di sekolah.
"Anak mulai TK perlu terlibat dalam kegiatan bersifat hobi, kegiatan yang sifatnya kolektif. Bisa berupa drama, menari, pentas musik, menggambar, sesuatu yang digemari dan menjadi talentanya. Libatkan anak dalam berbagai festival, bukan kompetisi. Bebaskan mereka menampilkan dirinya dengan pendekatan heterogenitas, bukan homogen. Lalu, berikan apresiasi atas keberagaman ini. Kompetisi cenderung menggunakan pendekatan standar seragam, sementara anak akan lebih berkembang positif jika sejak kecil diajarkan untuk berbaur dalam keberagaman," jelas Arief kepada Kompas.com di Jakarta, pekan lalu.
Aktivitas beragam yang dijalankan anak sejak belia sangat memengaruhi tumbuh kembangnya. Hal itu terutama terhadap pembentukan kepribadian dan jiwa kepemimpinan.
Sebaliknya, kata Arief, membatasi anak berorganisasi atau beraktivitas di luar sekolah hanya akan meciptakan generasi pintar namun tidak berguna.
Manfaat berorganisasi
Arief mengatakan, kegiatan berorganisasi memiliki sejumlah dampak positif bagi diri anak maupun kemampuan sosialnya. Manfaat personal yang didapatkan anak di antaranya adalah memiliki potret diri positif. Artinya, anak memiliki persepsi yang baik atas dirinya, lebih kreatif, lebih berani, serta memiliki kemampuan mencipta.
Potret diri positif dalam diri anak berdampak pada penghargaan atas diri yang lebih tinggi. Dengan berorganisasi, lanjut dia, anak juga belajar mengenai kepemimpinan.
"Generasi global memiliki kepemimpinan dalam dirinya. Kepemimpinan dalam diri anak membantunya mengendalikan diri, memiliki keberanian, dan mampu berkomunikasi dengan orang lain," lanjutnya
Yang pasti ada dalam sebuah organisasi harus ada yang namanya
Perbedaan orang yang ikut berorganisasi dan tidak :
Orang tidak berorganisasi = Pimpinan
Orang berorganisasi = Pimpinan
Perbedaan sifat Pemimpin dan sifat pimpinan, contoh:
Pimpinan "Ke meja saya sekarang", "Selesaikan tugas sebelum deadline!"
Pemimpin "Ayo kita bertemu sebentar", "Ayo kita selesaikan tugas secepatnya sebelum deadline"
Maksudnya Pemimpin di depan sebagai penggerak, ditengah sebagai penolong, di belakang sebagai pendorong !!
dan teknik-teknik itu didapatkan dari softskill (Organisasi) bukan dari hardskill (akademik).
Kemampuan sosialisasi, kemampuan berpikir cepat taktis kritis, berani mengambil keputusan dan kemampuan bertanggung jawab didapatkan dalam berorganisasi (jika organisasi yang benar).
Dan gua pernah denger salah satu presentasi tentang manfaat organisasi dari seorang yang pintar dengan 7 gelar (sekarang bekerja di sebuah bank swasta sbg motivator)
"Akademik membuat kita pintar, dan organisasi membuat kita cerdas"
Dari hasil survei, yang dilakukan Pusat Kurikulum Depdiknas terungkap bahwa kunci kesuksesan adalah 80% mindset dan 20% technical skills. (www.its.ac.id)
Faktor yang memberi kontribusi keberhasilan dalam dunia kerja terdiri dari faktor finansial sebanyak 10%, faktor keahlian pada bidangnya 20%, networking 30% dan 40% sisanya adalah soft skill. Soft skill sendiri terdiri dari 2 macam, yaitu interpersonals skill dan intrapersonals skills. Interpersonals skills meliputi motivation skills, leadership skills, negotiation sklls, presentation skills, communication skills, relationship building, public speking, dan self-marketing skills. Sedangkan intrapersonal skills meliputi time management, stress management, change management, transforming beliefs, transforming character, creative thinking processes, goal setting dan life purpose, dan accelerated learning techniques.
Softskill dibagi menjadi 2, yaitu
1. Intrapersonal Skill
• Transforming Character
2. Interpersonal Skill
• Transforming Beliefs
• Change management
• Stress management
• Time management
• Creative thinking processes
• Goal setting & life purpose
• Accelerated learning techniques• Communication skills
Ada 23 atribut softskills yang dominan di lapangan kerja :
• Relationship building
• Motivation skills
• Leadership skills
• Self-marketing skills
• Negotiation skills
• Presentation skills
• Public speaking skills
1. Inisiatif
2. Etika/integritas
3. Berfikir kritis
4. Kemauan belajar
5. Komitmen
6. Motivasi
7. Bersemangat
8. Dapat diandalkan
9. Komunikasi lisan
10. Kreatif
11. Kemampuan analitis
12. Dapat mengatasi stres
13. Manajemen diri
14. Menyelesaikan persoalan
15. Dapat meringkas
16. Berkoperasi
17. Fleksibel
18. Kerja dalam tim
19. Mandiri
20. Mendengarkan
21. Tangguh
22. Berargumentasi logis
23. Manajemen waktu
Masih banyak sih, ini gua dulu dapet dari website trus gua catet di buku catatan. Sebenernya di catatan gua ini lengkap apa yang dia tulis, berhubung capek nulisnya, cuma sekian aja.




