Bagaimana dengan Nasib Mahasiswa IMT????
Saat ini mahasiswa IMT sedang dikejutkan dengan adanya peraturan-peraturan baru yang sangat memberatkan mahasiswa, diantaranya penetapan batas min IPK untuk pengambilan SKS serta peningkatan biaya per sks untuk angkatan 2006, 2005, 2004, dan 2003.
Perbandingan biaya per sks semester-semester sebelumnya dan semester depan (ganjil) tahun akademik 2010-2011.
Coba bayangkan oleh rekan-rekan, sebagian besar senior kita (angktn 06,05,04,03) itu tinggal menyelesaikan skripsi (plus proposal) yang jumlahnya 8 sks. Berarti untuk smt depan, kakak” kita harus mengeluarkan uang sebesar Rp.4.000.000 (8 sks x Rp.500.000), yang notabene hampir sama dengan angkatan 2007 dan 2008 yang biaya per semesternya 4.500.000 yang bisa mengambil paket atau 24 sks. Sungguh dirasa tidak adil untuk hal itu. Dan kita merasa sedih dengan aturan yang diberlakukan kepada para kakak” kita yang merasa didzalimi saat ini.
Setelah diklarifikasi kepada pihak-pihak yang berwenang untuk menjawab, hal diatas merupakan keputusan manajemen yang diputuskan secara sepihak tanpa melibatkan mahasiswa (khususnya BEM/DPM) dalam pengambilan keputusannya. Padahal seharusnya dalam penentuan keputusan itu mengikutsertakan mahasiswa karena mahasiswa pun punya hak dan sebagai stakeholder disini. Sehingga saat ini mahasiswa merasa tidak dianggap.
Apalagi pengumuman dilakukan 2 minggu sebelum registrasi dan ketika kebanyakan mahasiswa sedang libur dan berada di luar kota.
Maka dari itu, akan timbul hal-hal negatif, seperti:
1. Jika kita tidak gerak dari sekarang, tahun akademik selanjutnya pasti akan diberlakukan peraturan yang semena-mena dengan tidak menganggap dan melibatkan mahasiswa lagi dalam pengambilan keputusannya
2. dan mungkin saja biaya kuliah kedepannya akan naik sebesar 2x lipat
dimana hati nurani kita saat ini, melihat kakak” kita menghadapi saat” yang sulit seperti ini??
3. Mungkin kedepannya hal ini akan menimpa pada generasi kita, tolong pikirkan!! Bagaimana jika kita yang berada di posisi seperti itu?
Contohnya saja, angkatan 2009 saat ini, biaya per semester dinaikkan yang asalnya Rp.4.590.000 menjadi Rp.4.650.000.
Kita semua di sini pasti tidak mau menjadi sapi perah ”mereka” kan?
Maka dari itu, mohon bantuan rekan” mahasiswa untuk peduli. Dan tolong bagaimana pendapat kalian seharusnya tentang masalah ini??
Pendapat dan masukan rekan” sangat membantu kami dalam memperjuangkan hak” mahasiswa. Karena bagaimanapun juga, mahasiswa smt IX – XIV masih mempunyai hak disini dan bukan berarti mahasiswa tsb malas kuliah tapi pasti ada alasan” tertentu mengenai hal itu.
Sebut saja mahasiswa A angkatan 2004, saat ini dia semester 12, dia belum lulus bukan karena dia malas kuliah dan mengerjakan skripsi, tapi masa kuliah dia lama karena dia bekerja dulu untuk tambahan uang kuliahnya. Apakah yang seperti ini layak untuk dibiarkan begitu saja?? Tentu TIDAK. Dengan adanya kenaikan biaya persemester ini akan semakin memberatkan mahasiswa untuk membayar uang kuliah. Yang ada bukannya cepat lulus tapi malah berhenti kuliah karena terbentur biaya yang tinggi.
Maka dari itu, mohon pendapat dan masukan rekan” karena ini sangat membantu kami dalam memperjuangkan hak” mahasiswa.
HIDUP MAHASISWA!!!