Indahnya Islamadalah program acara rohani Islam dalam bentuk talk show di pagi hari yang akan membahas sisi-sisi agama dalam keseharian manusia, hubungan antar manusia, dan hubungan manusia dengan Tuhan-Nya.• Program acara ini dikemas secara jenaka, ringan, dengan menunjukkan fakta-fakta yang terjadi di masyarakat dan relevansinya dengan zaman saat ini. Hadir pula Tukul Arwana yang akan mendampingi Ustadzah Bunda Musdah Mulia (Guru Besar UIN) sebagai host dari acara yang tayang setiap hari Minggu pagi pukul 08.30 WIB
Yang jadi masalahnya, orang ini:
1. Mendukung Nikah beda agama.
Warning: Spoiler!
Di Hotel Mandarin, 4 Agustus 2005 , MBM TEMPO mengadakan sebuah forum sebagai reaksi atas Fatwa MUI. Sebagai pembicara hadir Musdah Mulia, Dawam Rahardjo, Syafi’i Amin, Ma’ruf Amin (MUI), Fauzan (MMI). Di forum itu Musdah Mulia dengan ‘berani’ (baca: kurang ajar) mengecam MUI yang mengharamkan nikah beda agama. Bahkan Musdah menjamin, nikah beda agama antara Muslimah dengan pria non Muslim, tidak akan membuat si Muslimah terseret mengikuti agama suaminya. Setidaknya bila itu terjadi pada dirinya, begitu alasan Musdah. (swaramuslim.net/more.php?id=A1756_0_1_0_M).
2. Menghalalkan Homoseksual.
Warning: Spoiler!
Harian The Jakarta Post, edisi Jumat (28/3/2008) pada halaman mukanya menerbitkan sebuah berita berjudul Islam 'recognizes homosexuality' (Islam mengakui homoseksualitas). Mengutip pendapat dari Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, guru besar di UIN Jakarta, koran berbahasa Inggris itu menulis bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan diciptakan oleh Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam. (Homosexuals and homosexuality are natural and created by God, thus permissible within Islam). Menurut Musdah, para sarjana Muslim moderat berpendapat, bahwa tidak ada alasan untuk menolak homoseksual. Dan bahwasanya pengecaman terhadap homoseksual atau homoseksualitas oleh kalangan ulama aurus utama dan kalangan Muslim lainnya hanyalah didasarkan pada penafsiran sempit terhadap ajaran Islam. Tepatnya, ditulis oleh Koran ini: “Moderate Muslim scholars said there were no reasons to reject homosexuals under Islam, and that the condemnation of homosexuals and homosexuality by mainstream ulema and many other Muslims was based on narrow-minded interpretations of Islamic teachings.”
Mengutip QS 49 ayat 3, Musdah menyatakan, salah satu berkah Tuhan adalah bahwasanya semua manusia, baik laki-laki atau wanita, adalah sederajat, tanpa memandang etnis, kekayaan, posisi social atau pun orientasi seksual. Karena itu, aktivis liberal dan kebebasan beragama dari ICRP (Indonesia Conference of Religions and Peace) ini, “Tidak ada perbedaan antara lesbian dengan non-lesbian. Dalam pandangan Tuhan, manusia dihargai hanya berdasarkan ketaatannya.” (There is no difference between lesbians and nonlesbians. In the eyes of God, people are valued based on their piety).
Demikian pendapat guru besar UIN Jakarta ini dalam diskusi yang diselenggarakan suatu organisasi bernama “Arus Pelangi”, di Jakarta, Kamis (27/3/2008).
Menurut Musdah Mulia, intisari ajaran Islam adalah memanusiakan manusia dan menghormati kedaulatannya. Lebih jauh ia katakan, bahwa homoseksualitas adalah berasal dari Tuhan, dan karena itu harus diakui sebagai hal yang alamiah. (www.insistnet.com/index.php?option=com_c...atid=1:adian-husaini).
Dan yang lebih PARAHNYA, sy menemukan video murid hasil didikannya di youtube
Apakah Profesor Musdah Mulia yang memang dikenal sebagai pejuang Feminisme, dan Liberalisme pantas menjadi narasumber acara “Indahnya Islam”? Apakah Islam akan terpancar dari seorang Musdah Mulia yang memiliki pemikiran tersebut???
Nah, skrg sy mnta pendapat studenter sekalian...
klo bisa liat pandangan dari GAMUS..
maklum, masih belum ahli di dalam agama...
tapi yg jelas, yg diatas ini..
ga bisa diterima dengan logika
The administrator has disabled public write access.
Re: [ON FIRE..!!!] Penyimpangan Agama Islam Kembali Terjadi 2 Years ago
Waah.. menurut pandangan ane....
1.Islam yang kaffah itu adalah Islam yang berdasarkan kepada Al Quran dan As Sunnah, tidak ada aturan yang berbenturan dengan apa yg telah tersirat dalam Al Quran.
2. Kita tidak bisa mengiterpretasikan Islam dari seseorang, apalagi dia hanya seorang manusia biasa. Setinggi apapun kemampuan dia baik dalam hal pemikiran ataupun ilmu yg dia miliki, apabila yang disampaikannya adalah bertentangan dengan tuntunan umat Islam yaitu Al Quran dan As Sunnah maka kita tidak bisa menilai "seperti apa" Islam itu...
3. Berkaitan dengan narasumber di acara tersebut, ane juga kurang kenal dengan orang tersebut. sehingga tidak bisa menilai seperti apa dia.. dan apakah pantas atau tidak mengisi acara tersebut, karena mungkin ada pertimbangan dari pihak stasiun TV.
Pantas atau tidak, tergantung kita bagaimana menyikapi semua yang disampaikan.. klo memang melenceng dari Al Quran dan As Sunnah maka sudah sepatutnya lah kita menolak dia untuk menjadi narasumber. (khan bisa call ke pihak stasiun atau lewat KPI)
The administrator has disabled public write access.