Pesan: duduk dengan santai and give some time to read this slowly
Bismillahhirrohmanirohim.
My Beloved Organization: SEF IMT I Pledge..
For the freedom of Speech I STAND TALL!!
Salam,
Politik Islam dan Islam politik...
dua buah dikotomi yg menarik utk melihat salah satu elemen besar dalam percaturan politik Indonesia. Masih ingatkah anda dgn Masyumi? Sebuah Partai Besar yg perolehan suaranya berbeda tipis dgn PNI pada pemilu 1955. Barangkali itulah momentum dimana kekuatan Islam sebagai sebuah kekuatan politik yg tangguh. Sejumlah pilar-pilar ketokohan Masyumi begitu luar biasa diantaranya M. Natsir, M. Roem, Syafruddin Prawirangera dlsb. Pengaruh mereka cukup mengakar pd masyarakat Indonesia. Belum lagi keteladanan mereka yg baik dgn menunjukkan Akhlaq yg mulia sehingga masyarakat seolah-olah menemukan keteduhan pada tokoh-tokoh tersebut.
Namun, waktu demi waktu berlalu Masyumi pun terpecah menjadi NU dan PSII. tentunya bisa kita bayangkan berapa jumlah dukungan terhadap masyumi bila kedua elemen tsb tidak undur diri dari Masyumi..itu pun dgn catatan bahwa mereka masih menempati posisi kedua dalam Pemilu 1955. Bagaimanakah kekuatan Islam selanjutnya terutama di masa sekarang dan di masa mendatang? apakah isu klasik seperti piagam Jakarta masih menjadi pokok perjuangan mereka? atau karena Isu terorisme semua sudah terpencar?
--------------------------------
Pada awal kemerdekaan, saya sangat salut dengan perjuangan Hatta untuk mempertahankan wilayah Indonesia dengan mengganti kalimat dalam piagam Jakarta.. Tidak hanya karena berlandaskan syariah Islam namun atas dasar pemikiran bahwa Islam belum mampu menjadi landasan pemersatu bangsa.. Apabila masa sekarang ada gerakan yang memperjuangkan hal tersebut pun, saya rasa persentase keberhasilannya pun sangat kecil.. Karena masyarakat Indonesia saat ini sudah mengalami perubahan pemikiran, bahwa dalam membangun suatu negara tidaklah bijak apabila mencampuradukkannya dengan ajaran agama apapun, tidak hanya Islam..
Kegagalan Islam dalam perpolitikan pun dapat dilihat dari semakin banyaknya partai politik aliran Islam yg malah kemudian membuat masyarkat Islam sendiri bingung menemukan prinsip Islam yang benar.. Kepentingan2 pribadi parpol yang ditutupi dengan keIslaman menyebabkan lemahnya ideologi yang dianut sehingga parpol tersebut pun tidak dapat diterima oleh masyarakat..
------------------------
Dari sini terdapat sebuah indikasi adanya perpecahan kepentingan yang sangat besar.
Dilihat dari situasi yang ada, bangsa kita hingga hari ini tidak pernah mau melihat/belajar dari sejarah.
KESALAHAN PALING BESAR ADALAH: Kita/atau tokoh2 kita selalu memuja sejarah dan ingin menyontoh perilaku dari tokoh-tokoh sejarah. padahal tokoh-tokoh tersebut belum tentu benar dan baik. Kesalahan pun banyak di lakukan oleh mereka, tapi yang dilakukan manusia Indonesia sampai saat ini adalah sekedar mencontoh saja. apalagi kalau tujuannya utk mencari simpati masyarakat dan untuk di panggil "PINTER DAN BIJAKSANA".
Ga usah jauh-jauh dulu. Seorang Megawati selalu menjadikan Ayahnya sebagai contoh utama. Brainwash ditanamkan ke orang-orang kalau ayah nya adalah sosok paling benar seolah-olah nomor dua setelah Tuhan. Namun banyak masyarakat yang tidak tahu berbagai keburukan dari Soekarno itu sendiri. Bnyak yang tidak tahu bagaimana kepemimpinan soekarno di masa lalau itu ter-ulang.
Kekuatan Islam pun turut serupa. Tokoh-tokoh jaman sekarang juga kerap mengagungi seorang figur yang saya rasa kurang pantas di agungi. Orang yang paling patut di Agungi hanyalah Muhammad SAW dan ga ada selain itu.
Apa lagi kalau udah main claim "saudara dari tokoh ini".. orang kita pasti akan sembah sujud dan menganggap kalau hubungan darah akan memiliki sebuah hubungan berpikir yang sama.
Suku di Indonesia ini ada banyak bung! Malaysia saja walaupun negara nya islam, kita masih bisa liat banyak paha-paha wanita berkeliaran sana-sini. Sampai2 ada tempat judi di deket Kuala Lumpur yang nama daerahnya adalah "Genting".
Bila anda memang mempnyai yang namanya "leadership" (kepemimpinan) dan ingin membuat perubahan. Contohlah PERJUANGAN Adolf Hitler dalam meraih kekuasaan. Hal lain dari Hitler ga usah di contoh. tapi gerakan strategis menuju kekuasan dia lah yang harus di capai.
dia punya satu yang banyak kalangan tidak punya: TUJUAN.
Bila anda adalah massa sebuah organisasi rohani. Apakah organisasi anda benar2 rohani, atau anda digunakan sebagai basis massa saja??
apakah anda dijadikan massa untuk memperjuangkan seorang tokoh yang telah sukses mengendalikan anda? pendapat ada di tangan anda.